Penulis: Satya Padma
Genre: Novel, Romansa
14cmx21cm; 296 halaman, paperback
Meski terlahir dari keluarga sederhana, akan tetapi Hamzah memiliki tekad kuat menjadi seorang insinyur agar bisa membangun desanya. Kecerdasan, kebaikan, dan kesederhanaan Hamzah tidak hanya telah menawan hati banyak orang, tetapi juga dua orang wanita yang memiliki latar belakang berbeda yang dekat dengannya. Namun, rintangan dan hambatannya mengejar cita-cita sungguh tidak mudah, apalagi ketika hatinya bimbang harus memilih antara cita-cita dan cintanya.
***
“Mengapa kau mencintaiku? Aku bukanlah wanita yang baik. Kau pun tahu bagaimana masa laluku.” Sepasang mata indah itu menatap kedua mata elang itu lekat-lekat. Mencari selaksa makna tersimpan di sana yang dulu belum ada jawabnya.
“Tak ada yang sempurna. Aku ingin ketidaksempurnaanmu melengkapi diriku. Allah pula yang telah tetapkan hatiku untuk memilihmu. Maafkan aku baru kali ini aku sanggup mengatakannya.”
“Mengapa tidak dari dulu saat kita masih bersama sebelum ini?”
“Aku tidak ingin memberi harapan, ataupun meletakkan hatiku pada yang tak berhak. Aku tidak ingin memberikan harapan palsu atau membuat hati wanita manapun terluka. Aku khawatir tidak bisa menjalaninya dengan baik. Dan semua itu adalah rahasia yang telah Allah gariskan untuk kita. Aku tidak ingin memberi harapan palsu. Aku ingin membuktikannya, bukan hanya sekadar kata-kata.”
Temani aku sejenak dalam dekap lara yang membawa pergi rindu.
Andai saja hujan menyapa sepiku, akan kuceritakan semua tentang rasa ini. Rintik-rintiknya adalah nyanyian jiwa mewakili keresahan hatiku.
Sudilah kiranya engkau ajarkanku tentang rasa yang bisa menguatkan dan melemahkan jiwaku.Meski saat dirimu jauh, percayalah namamu tetap terpatri di relung kalbu.
Kukirim salam melalui angin yang menerbangkan rindu dan membawaku pulang padamu. Kau selaksa syair yang mampu meredam semua rasa tak terduga. Pengganti indahnya bianglala saat waktuku hampir saja hilang.
Aku tak pandai bermadah, seperti halnya engkau sang pembingkai rindu yang porak porandakan jiwaku.Dekap daku dalam doa yang kau simpan.

