Penulis: Ikhwanul Halim, Wiselovehope, Sutiono Gunadi, Tari Abdullah, Fidèlé Amour, Septika Wulandari, Seruling Emas, Immanuel Herman, Nurul Huzaimah, Rudy Siallagan, Vi Vone.
Genre: Antologi, Cerpen
13cmx19cm; 160 halaman, paperback
Cinta selalu menemukan jalannya. Dia datang tanpa mengetuk, tumbuh di antara jeda, lalu meninggalkan jejak yang tak pernah benar-benar pudar. Kadang dia hadir sebagai senyum yang sederhana, kadang sebagai luka yang sulit dilupakan. Namun di balik segala rupa yang dibawanya, cinta selalu punya cara untuk membuat kita merasa hidup.
Antologi cerpen ini lahir dari upaya merangkai kisah-kisah tentang cinta yang begitu beragam. Setiap penulis menghadirkan potongan pengalaman, imajinasi, dan perasaan yang barangkali pernah atau akan kita alami. Ada cinta yang hangat bagai pelukan, cinta yang getir bagai hujan pertama, ada pula cinta yang hanya singgah sekejap namun meninggalkan bayangan panjang.
Kami percaya, cinta bukan sekadar kata yang indah. Dia adalah bahasa yang menyatukan manusia, melintasi batas waktu, tempat, bahkan perbedaan yang paling tajam sekalipun. Lewat cerita-cerita ini, kami ingin mengajak pembaca menyelami kedalaman hati, menemukan cermin bagi diri sendiri, sekaligus mengenali keajaiban yang tersembunyi di balik setiap pertemuan maupun perpisahan.
Terima kasih kepada para penulis yang telah menorehkan perasaan mereka dengan begitu jujur, dan kepada para pembaca yang sudi membuka halaman demi halaman dengan hati yang lapang. Semoga antologi ini menjadi pengingat bahwa cinta, dengan segala keindahan dan kepedihannya, selalu layak untuk dirayakan.

