Home / Incoming Book / Burung-Burung Golgodot (Kumpulan Cerpen)

Burung-Burung Golgodot (Kumpulan Cerpen)

Burung-Burung Golgodot

Penulis: El Liam
Genre: Antologi, Cerpen
13cmx19cm; 186 halaman, paperback


Di sebuah negeri yang dibangun dari ingatan-ingatan yang patah, suara burung-burung ganjil kerap terdengar menjelang senja.

Kadang seperti doa, kadang seperti kutuk.

Dari sanalah cerpen-cerpen ini lahir.

Dari celah sejarah kecil yang tak pernah dicatat, dari rakyat jelata yang hidupnya hanya menjadi desas-desus angin, dari benda-benda remeh yang tiba-tiba berbicara kepada manusia.

Dalam Burung-Burung Golgodot, El Liam menuntun pembaca memasuki ruang yang akrab namun terasa asing—ruang di mana realitas dan keanehan berdampingan tanpa pernah meminta izin.

Dengan bahasa yang jernih namun berkilau aneh, ia menuliskan kisah-kisah yang menggugat,tentang tuan tabok nasi kotak, rencana para bajingan, gerobak pukau, hingga stoples kaca yang menyimpan rahasia kemakmuran.

Setiap judul adalah pintu kecil menuju dunia yang lebih luas daripada halaman-halamannya.

Ada humor getir, ada luka sejarah yang samar, ada getir manusia yang bertahan dari hari ke hari, dan ada bisikan metafisik yang menyelinap lewat retakan-realitas paling kecil.

Buku ini adalah perayaan atas manusia, sebagaimana Pramoedya selalu mengingatkan, bahwa yang kecil, yang sering terinjak, justru menyimpan cerita paling lengkap tentang negeri ini. Dan sebagaimana Danarto mengajarkan, bahwa dunia tidak pernah sekadar dunia—selalu ada cahaya lain yang merembes dari balik tirai.

Kenapa harus membaca Burung-Burung Golgodot?

Karena di setiap halamannya, realitas dijungkirbalikkan lalu dibiarkan jatuh membentuk makna baru.

Karena setiap cerpen menyorot manusia dalam keadaan paling polos: takut, marah, berharap, dan kadang menertawakan diri sendiri.

Karena ia tidak hanya mengisahkan cerita, tapi membuka rahasia kecil tentang bagaimana dunia bekerja—dengan licin, dengan lucu, dengan getir.

Karena buku ini adalah pengingat bahwa keajaiban tidak pernah pergi. Ia hanya menunggu orang yang cukup berani membaca.

Untuk para pembaca yang mencintai,

Kisah-kisah Pramoedya yang jernih, keras, dan manusiawi,
Dunia-dunia absurd Danarto yang penuh cahaya dan keanehan,
Cerita pendek yang menggigit sekaligus meluruhkan dada,
Humor gelap, magis, dan ironi yang khas Nusantara—
maka Burung-Burung Golgodot adalah teman terbaik dalam sunyi yang paling keras.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *