Penulis: El Liam
Genre: novela, novel, fantasi, politik
13cmx19cm; 192 halaman, paperback
Ada cerita-cerita yang lahir bukan dari imajinasi, tapi dari perjalanan hidup yang panjang, jatuh-bangun, dan kadang melelahkan. Kisah Raka dalam novel ini lahir dari ruang semacam itu—ruang yang sunyi, gelap, tapi jujur. Ruang yang membuat seseorang terpaksa belajar tentang kehilangan, tentang cinta yang tidak selesai, dan tentang rasa sakit yang datang berkali-kali tanpa permisi.
“Gue Banget Lihat Lo Sakit” bukan cerita pahlawan.
Ini cerita manusia biasa, yang mencoba bertahan di tengah dunia yang tidak selalu baik. Cerita tentang seseorang yang menyimpan terlalu banyak luka, namun tetap memilih berjalan. Dalam setiap bab, Anda tidak akan menemukan tokoh sempurna. Anda akan menemukan manusia—dengan segala rapuhnya, keras kepalanya, keberaniannya, dan harapan kecil yang entah bagaimana selalu muncul di saat paling tidak disangka.
Kisah ini berjalan pelan, seperti langkah orang yang sedang menanggung beban, namun tetap bergerak. Dan di balik semua gelap itu, tersimpan pelajaran-pelajaran kecil, bahwa kadang kita harus jatuh dulu untuk melihat siapa diri kita sebenarnya. Bahwa rasa sakit tidak selalu buruk, sering kali, di situlah kita belajar menjadi kuat.
Novel ini juga saya persembahkan untuk tanah air yang saya cintai dalam diam. Untuk generasi muda yang akan mewarisi masa depan. Kita semua pernah hancur, tapi kita juga punya kesempatan untuk memperbaiki. Setiap luka, setiap perjuangan, setiap cerita—semuanya penting untuk membentuk siapa kita nanti.





